0
Dikirim pada 23 April 2010 di tentangku

 

Nglanjutin cerita yang sebelumnya ya......
==
Yap, drama itu, berakhir lah sudah, tapi, pikiran ini masih tak tenang.... memikirkan hal itu, bagaimana mungkin, orang yang sangat “alim” dengan identitas jilbab yang lebar (afwan), seperti itu......... astaghfirullah.... (tapi saya yakin, itu gak semua orang.... ).
Kembali, flashback, sekitar 6bulan lalu, bertemu mbak xxx  itu........
=
Kala itu, saya sedang mau kuliah. Yap, memang saya datang lebih pagi, belajar dulu di perpus, setelah itu, sebelum masuk ke kelas, saya shalat dhuha di mushala. Sepi dan saya lihat ada satu orang yang juga sedang mau shalat.
Saya shalat di samping orang itu, agak asing, karena saya tak pernah ketemu orang ini sebelumnya, jika toh, dia orang fakultas ini, paling tidak saya pernah melihatnya. Hmm... sudahlah, saya shalat, setelah selesai, saya buka mushaf, dan membacanya pelan-pelan, setelah dua lembar, saya akhiri. Yap, tepat ketika saya sedang mo membereskan mukena dan lainnya, orang di sampingku itu menyapa.
“dek, dari MIPA (ups sebut merk, tak apa dah) ya?” tanya orang itu
Saya mengamati sedikit orang itu, ingat jelas, orang itu, mbak-mbak, umurnya sepertinya di atsku beberapa tahun, rapi, perawakan tak begitu tinggi, memakai jilabab coklat yang sangat lebar. Hmm, pikirku, subhanallah, mungkin bisa berbagi ilmu dan menambah silaturahmi, itu yang terpikir pertama.
Lalu saya jawab “iya mbak, mbak sendiri? Dari MIPA  juga??”
“gak dek, saya dari fakultas psikologi, tapi dah lulus tahun 2002, dan ini lagi nunggu temen di MiPA angkatan 2004, mau konsultasi tentang skripsinya, lha adek??? Mau kuliah???” jelasnya penjang lebar, tanpa jeda, padahal saya tak tanya, gumam saya.
“oh....” sayangnya saya tak tanya anak MIPA itu siapa, karena saya pikir pasti tak akan kenal, 2004 si... harusnya dah lulus, hehe.
Then, akhirnya kita bercerita tentang asal usul, dan masih awal basa-basi. Dan akhirnya beliau menceritakan tentang dirinya.
“gini dek, dulu setelah lulus dari psikologi terus saya ngajar di psikologi sini, tapi, ya itu, sayang dosen di sini itu lebih mengandalkan keilmuwannya, dan saya lebih suka ke praktik dunia nyata, dan akhirnya saya putuskan ngajar di unpad bandung. Setelah itu sekarang saya balik lagi ke sini, sekarang saya bekerja nyambi di JIH untuk jadi konsultan. Nah, kemudian, saya dapat tawaran beasiswa, ke Mearlbourn Australia, insyaAllah akhir Desember terbang ke sana. Tapi, sungguh perjuangannya ini sangat keras. Dari Indonesia yang bisa dapet Cuma dua orang 1 perempuan dari sini, saya, dan satu lagi putra dari UI, mahasiswa ilmu komputer, tapi, dia gak begitu ada kendala dalam perizinan, tapi saya banyak sekali kendala. Awalnya, dari pihak Australia yang tidak mau menerima saya karena, jilbab saya yang sangat lebar. Lalu, ayah ibu saya bilang, udahlah di pendekkin jilababnya gak apa2, tapi, saya msih tetep gak mau, karena ini prinsip saya, tak bisa di ubah-ubah. Ini lambang agama saya, lalu kenapa harus dipendekkan. Saya tetap bersitegang tak mau. Akhirnya saya ngurus2 mengajukan keringanan dari pihak Depag,itu prosesnya juga sangat lama, dan akhirnya diperjuangkan, dan saya dapat jaminan dari Depag, dan pihak Australi mengizinkan. Memang yang namanya dakwah di jalan Allah pasti akan dimudahkan, tergantung kita niatnya apa. Niat kita di sana kan juga ingin berdakwah islam, jadi kenapa harus malu. Biar saja orang di sana mau berkata apa, ya kita tetap berdakwah, menyebarkan ajaran-ajaran Allah” begitu cerita mbaknya tanpa berhenti, dan sangat meyakinkan....
Hmmm, pkirku, se piawai ini, siapa yang tak tertarik mendengarkan ceritanya, apakah akan ada yang berpikir macam-macam, kalo cerita tadi gak benar, yah walllahu a’lam, benar salah itu urusan dia dan Allah. Ok. Akhirnya, kita berbagi ilmu, yah, sedikit ilmu,saya dapat dari sana.
Susah juga memutus pembicaraan ini, akhirnya saya bialng, “maaf mbak, saya mau kuliah”, OK, dan yak, saya yang sedang terlena saat itu, berniat ingin menjalin tali silaturahmi, “mbak, boleh minta alamat blog atau email???, biar kalo mbak di Australi kita bisa berbagi”, pikirku. Yapi, mbaknya bilang, “wah blog, saya baru mau buat, alamat emailnya, besok, kapan-kapan saja ya,”... (loh kok aneh, pikir saya, masa jaman sekarang ndak ada email, susahnya ngasih Tahu email apa si???). “oh, ya sudah boleh minta nopenya???”. “iya, tapi mungkin Cuma aktif 1bulan ini,soalnya, nomor saya ganti-ganti”. “Ok. Mbak, gpp, nanti kalo ganti, saya dikabari ya?”.... (hmmm... hahaha, mungkin mbak itu sangat bahagia, sudah “dapat” satu orang lagi ni).
Dan, saat itu sudah selesai....
Beberapa hari, setelah itu, saya iseng sms, “ mbak ini saya, boleh tanya, gimana si caranya biar bisa aktif bahasa inggris”
Lama, lalu baru di balas “iya dek, tinggal hafalin aja, itu resep termanjur”
(pikirku, itu anak SD mah juga sudah tau)
Nah berganti minggu....
Tiba-tiba... ada nomor baru sms
“dek, ini mbak xxxx, boleh minta tolong, mbak sedang gak ada pulsa,sekarang saya dan teman-teman sedang di daerah terpencil, tidak ada counter,ini saja pake hp teman, boleh minta tolong belikan pulsa??? insyaAllah, besok kalo dah balik, saya ganti.”
Ok, pikirku, membantu orang, apa salahnya kan??? Lalu saya kirim,
Beberapa hari berikutnya, no ini sms lagi,”dek mbak bisa minta tlng belikan pulsa lagi??? Kami belum bisa balik, tapi dikirim ke no ini saja, terima kasih”
OK, buat yang kedua, saya lagi bokek, dan saya biarkan, tidak saya balas. Eh, sms lagi, sms lagi, berulang-ulang. Ok lah, saya liat uang di dompet, masih ada uang sedikit, ywdh, lurusin niat, bantu orang dah,,, just cz Allah.
Sms dari no yang sama “dek, kami kini sedang di daerah pesisir selatan jogja,disini kondisinya sangat gawat sekali. Ada kasus. Para petani sedang ditipu. Ada orang non muslim yang berpura-pura membantu mereka dengan memberikan dana yang cukup besar, untuk mengolah cocok tanam mereka. Awalnya, mereka bilang ini, bantuan yang Cuma-Cuma. Yah, namanya orang desa, mereka mau, tapi, ternyata orang orang yang mmbrkan mabtuan tadi, sedang dalam misi, tanpa sepengetahuan para petani, mereka memberikan batas minimal mengembalikan dana semuanya, jika tidak bisa, maka mereka hatus menebusnya, dengan cara masuk agama orang non muslim tadi. Kasus ini, baru terbongkar kami, sekarang saya sedang minta bantuan orang2 yang saya kenal, siapapun, untuk membantu. Kami harus mengumpulkan uang dua juta, skarang tinggal 200rb lagi, bolehkah saya meminjam adek??? Maaf dek, soalnya, teman-teman saya yang lain, ada di phone book, nomor yang dulu. Bisa kah dek???”
Hah, saya kaget seketika.. iya, pertamanya emang bener2 miris, dengar cerita mbaknya. Tapi, uang 200rb, darimana bung??? Lagi bener2 bokek, tak ada uang....
Hmm. Akhirnya, saya bilang, “mbak, maaf saya ndak punya uang segitu”
Mbaknya malah bilang, “adek, punyanya berapa??? Gak segitu juga gak apa2 kok, nanti saya cari ke temen yang lain.”
(nah lo, dari sini, ketahuan, kok bisa cari ke temen lain, tadi katanya gak tau mau ngehubungin teman yang lain... heumm... sedikit aneh.)
Akhirnya, saya telpon MR saya, nyeritain, hal ini, dan tanggapan MR saya, “hah??? Apa benar??? Selidiki dulu dek, toh kita belum mengenal orang itu, ya kalo benar juga gak apa2, tapi kalo gak... walllahu a’lam... ya, monggo terserah kamu, silahkan niatnya dilurusin dulu, mbak Cuma ngingetin, faham???”
Ya, akhinya, setelah berunding dengan MR, ya udah saya hanya bisa bantu segini, insyaAllah, diniatin cz Allah, bismillah.
Nah, lalu baru saya balas ke mbak xxx,“Iya mbak, saya Cuma bisa ngasih 50rb, gp2 kan afwan, semoga bisa ngebantu, meskipun sedikit”
“oh ya gak apa2 dek, terima kasih”
Akhirnya, kita janjian ketemu di kampus, nah, waktu itu, saya emang agak curiga, makanya saya minta temenin seorang temen putri. Yups, setelah ketemu, saya kasih uang itu, nah pas saya mau balik, mbaknya bilang, “dek bisa pinjem motornya??? Soalnya kalo jam segini (cz sudah sore), kayaknya gak mungkin bisa sampai daerah sana pake kendaraan umum.”
Weits.... kena deh, sangat bertambah curiga, aneh deh, saya belum begitu kenal mbak kali,, enak banget mo pinjem, ini juga bukan motor saya, ini motornya abah. Temen saya aja yang udah kenal dari SMA, beleum tak pinjemin kalo acaranya gak jelas, dimana, mpe kapan, lama gak, dan bla bla...
Yah, akhirnya pake jurus ngeles,,,, “maaf, mbak, motornya mau saya pake, lagipula kos saya jauh, dan sekarang harus mondar-mandir kuliah pula, maaf mbak, saya gak bisa minjemin”.
Ok deh, akhirnya, berakhir juga....
Next, habis itu, saya inget, mbaknya bilang, “besok saya ganti dek”. Tapi, pikir saya, yah sudahlah lah, itung-itung buat bantu saudara muslim, demi agama, -jihad kan???-.
Beberapa waktu, saya coba hubungi beliau, niatnya, mo nanyain alamt emaiil, atau blog, cz waktu itu sudah hampir akhir bulan desember. Tapi,,,, bener2 gak nyambung. “Maaf nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi”.
Ya sudah, pikir saya, beliau mungkin sibuk di australi, dengan belajarnya, kuliahnya,dakwahnya dan lainnya...
== ====
 
Beberapa kemudian, berganti tahun, April 2010. Yak, saya lihat tempelan itu...........
Syok theraphy, kata MR saya benar, dan yah, inilah peringatan dari Allah, mengingatkanku.
Dan saya bersyukur, Allah masih menjaga saya samapai saat ini. Saya tak merasa uang saya hilang, saya hanya syok, kenapa bisa ya, “mbak itu???”. muslim bukan???, jilbabnya??? Agamanya??? Dakwahnya???
Ya Rabb, Ampunilah hambaMu ini yang berlumur dosa,
Selamatkan kami dari azabmu,
Ampuni kesalahan kami, mbak xxxx, atau fihak lain, saudara semuslim kami. Tunjukkan kami ke jalan lurusMu, berikan cahaya indahMu, sampai kelak di akhir hayat ini...
Amin........... T.T
 ====
Terima kasih ya Rabb, ini caramu mengingatkanku, menegurku, menyapaku, “apakabar Imanmu sekarang wahai hambaKu???”, dan cara lain kau menyayangiku.......
Terima kasih ya Rabbul ‘izzati.....
 
                                                                                                                                                morning@kos BBS/230410
alone with luph...


Dikirim pada 23 April 2010 di tentangku
comments powered by Disqus


connect with ABATASA